Senin, 27 Juli 2015

Alasan Kenapa HP Dilarang Digunakan di SPBU


Memiliki handphone (HP) bukan hal baru lagi. Mayoritas masyarakat kini memiliki benda yang memudahkan setiap orang untuk saling terhubung satu sama lain. Bahkan tak jarang ada yang memiliki lebih dari satu HP. Keberadaan HP menjadi skala prioritas masyarakat modern.

Namun, bukan berarti kita bisa menggunakan HP secara sembarangan. Ada sejumlah tempat di mana kita dilarang mengoperasikan HP, salah satunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Nah, tahukah kamu apa alasan penggunaan HP di SPBU ini dilarang?

Keberadaan HP memiliki frekuensi yang cukup tinggi. Jika diamati dengan alat canggih, maka sebenarnya setiap gerakan di HP dapat menimbulkan percikan api, namun ukurannya memang sangat kecil, kurang lebih hanya seukuran 1 mikron.

Quote:
Terlebih lagi apabila LED (Light Emiting Diode) dalam keadaan menyala, hal tersebut akan menimbulkan pijar dan percikan api apabila terkontaminasi dengan uap benzena yang terkandung di dalam bensin. LED yang dimiliki HP itu berbeda dengan LED yang digunakan pada alat elektronik lainnya. LED HP dalam kondisi tidak memiliki filamen pelindung, jadi sangat mudah terbakar. Di satu sisi, benzena yang terdapat dalam bensin memang sangat peka terhadap percikan api.
Hal inilah yang dikwatirkan para pemilik SPBU. Nah, sebaiknya memang dihindari ya menggunakan HP di SPBU demi keselamatan bersama

Jumat, 24 Juli 2015

Replika Kapal Nabi Nuh Dibangun di AS, Nilainya Mencapai Rp 234 M


Kisah perjalanan Nabi Nuh dengan kapalnya merupakan kisah perjalanan yang prestisius dan hampir diketahui oleh seluruh masyarakat dunia. Kehebatan bahtera Nuh yang berhasil menyelamatkan diri dari banjir besar mejadi kajian berbagai ilmuan arkeologi. Bahkan, keberadaan bahtera Nuh juga menjadi perhatian masyarakat Amerika Serikat yang dibuktikan dengan adanya pembangunan taman wisata yang mengisahkan perjalanan tersebut.
Quote:
Seperti yang dilansir dari time, Jumat (26/6), proyek pembangunan replika bahtera Nuh yang diberi nama Ark Encounter tersebut sudah dikerjakan sejak tahun 2010 silam. Proses kontruksi berlangsung lama, sebab pengumpulan puing-puing saksi perjalanan kapal Nuh masih dikumpulkan dan dibuat replikanya dengan skalatis.
Daerah yang dipilih untuk membangun Ark Encounter adalah di Indiana, Kentucky, Ohio. Proses pembangunan dari Ark Encounter tersebut dikerjakan oleh tenaga ahli dari kontruksi Amish. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu mencapai USD 18 juta atau senilai Rp 234 miliar.

Uniknya lagi, Ark Encounter tidak dibangun oleh pemerintah melainkan oleh lembaga swadaya masyarakat. Bahkan beberapa masyarakat di daerah tempat pembangunan replika bahtera Nuh itu membantu proses pembangunan dengan tenaga sukarela dan tentunya bantuan biaya.

Sampai hari ini kontruksi sudah membuat kapal Nuh yang tingginya mencapai 510 kaki. Seluruh kegiatan dan hasil dari taman nantinya akan dikelola oleh masyarakat Amish. Kontruksi direncanakan akan selesai pada awal tahun 2016 dan akan resmi dibuka untuk umum pada pertengahan tahun 2016.

Quote:
"Anak cucu kita tidak boleh kehilangan sejarah, semoga Art Encounter ini akan menjadi media belajar bagi anak cucu kita," ujar Cincinnati Enquirer, salah seorang masyarakat yang tinggal di Indiana, tempat pembangunan Ark Encounter.

Lailatul qadar dan Astronomi





97/1. Bahwa Kami menurunkannya (Alquran itu)
pada malam ketentuan.



97/3. Malam ketentuan itu lebih baik daripada
yang seribu bulan.


Ayat 97/3 menerangkan bahwa waktu setantangnya Surya, Bumi dan Muntaha (Planet Terbesar), dengan kata lain yaitu hari berlakunya Transit Muntaha di atas orbit Bumi, lebih baik dari pada 1.000 bulan. Yang dimaksud dengan 1.000 bulan ialah waktu berlakunya Double Transit Jupiter dan Saturnus di atas orbit Burni. Kesimpulannya ialah bahwa Muntaha lebih besar dari pada Jupiter tambah Saturnus. Muntaha lebih besar dari pada 318 dan 95 kali Bumi atau Muntaha lebih besar dari pada 413 kali besar Bumi, maka kita menyimpulkan Muntaha itu mempunyai massa minimal 415 kali besar Bumi.

Dengan maksud lain dapat pula ditafsirkan bahwa Malam Qadar yang termaktub dalam ayat 97/1 adalah malam berlakunya Transit Muntaha di atas orbit Bumi. Keadaan itu akan menimbulkan cuaca mendung berhujan di daerah panas sekeliling Bumi disebabkan pembesaran radiasi Surya yang menyebar, tidak terpusatkan, akibatnya akan menyuburkan permukaan Bumi. Karenanya dikatakan Transit Muntaha atau Malam Qadar itu lebih baik dari pada 1.000 bulan atau lebih baik dari pada berada di bawah Double Transit Jupiter dan Saturnus yang berlaku satu kali dalam 1.000 bulan. Pembesaran radiasi Surya jadi memusat pada daerah tertentu disebabkan jarak kedua planet itu tidak berapa jauh di atas orbit bumi, maka limbullah bencana yang sangat tak diharapkan.

Ada suatu cara untuk dapat menentukan di mana status Muntaha setiap hari atau khususnya setiap tahun yaitu kembali pada tgl 17 Ramadhah tahun 13 sebelum Hijriah. Waktu itu Muntaha tepat berada 90 derajat di atas Bumi kalau ditarik suatu garis lurus ke arah Surya. Keadaan demikian akan berlaku setiap tahun dengan tambahan 15 hari sedang tahun keempatnya ditambah 16 hari.

Teknologi 5 Dimensi Sudah Ada di Jaman Rasulullah

Tony Stark hidup dengan seorang asisten digital yang dilengkapi dengan aplikasi komputer bernama JARVIS (Just A Really Very Intellegent System). Aplikasi super canggih tersebut mampu memvisualkan gambar sederhana menjadi gambar dengan tampilan 5 Dimensi. Hanya dengan sentuhan tangan sang jagoan, berubahlah file-file digital menjadi real world, sehingga materi yang ada di dalamnya dapat dilihat dari segala arah seperti di dunia sungguhan.



Ternyata teknologi mutakhir tersebut pernah terjadi di zaman Rasulullah Saw, yaitu ketika beliau diperjalankan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso (Isra’) lalu dinaikkah ke sidratul muntaha di langit ke tujuh (Mi’raj). Para ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya Isra’ Mi’raj, karena tidak ada dalil rajih yang menunjukkan tanggal, bulan dan tahun keberapa peristiwa ini terjadi.

Quote:
Dari Ibnu Abbas r.a, ia telah berkata: "Telah bersabda Rasulullah Saw: Ketika malam aku diisra’kan dan subuhnya aku telah sampai di Makkah, aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasannya manusia akan mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati." Ia Ibnu Abbas berkata: "Kemudian melintaslah musuh Allah, Abu Jahal. Dia datang sehingga duduk di dekat beliau, kemudian berkata kepada beliau: Kamu tampak sedih, apakah ada sesuatu? Rasulullah Saw pun menjawab: Sesungguhnya aku diisra’kan malam tadi. Dia berkata: ke mana? Beliau menjawab: ke Bait Al-Maqdis. Dia berkata: kemudian engkau subuh sudah ada di hadapan kami (di Makkah ini)? Beliau jawab: Ya. Ia berkata: Namun dia tidak menampakkan sikap bahwa ia mendustakannya karena takut beliau tidak mau menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggilkannya. Dia berkata: Tahukah engkau, jika engkau hendak menda’wahi kaummu, kau harus kisahi mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku. Rasulullah Saw pun menjawab: Ya. Kemudian dia berseru: Kemarilah wahai penduduk Bani Ka’ab bin Lu’ai! Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi keduanya. Dia berkata: Kisahi kaummu apa yang telah engkau kisahkan kepadaku. Rasulullah Saw pun berkata: Sesungguhnya malam tadi aku diisra’kan. Mereka bertanya: ke mana? Kujawab: Ke Bait Al-Maqdis. Mereka bertanya: Kemudian subuh engkau berada di depan kami. Beliau menjawab: Ya. Ia (Ibnu Abbas) berkata: Maka ada yang bersorak dan ada yang meletakkan tangannya di atas kepala karena heran atas kebohongan itu (menurut mereka). Mereka berkata: dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami masjid itu? Dan di antara penduduk ada yang pernah pergi ke negeri itu dan pernah melihat masjid itu. Maka Rasulullah Saw bersabda: “Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya.” Beliau bersabda: “Lantas didatangkan masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihat(nya). Maka aku menyifatkan dengan melihat hal itu.” Ia berkata: dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal. Ia berkata: kemudian ada kaum yang berkata: “adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar.”
(HR. Ahmad (2680), disahkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah (VII:3021))
.

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa ketika Nabi Saw lupa akan sifat Masjid Baitul Maqdis, Allah segera mendatangkan gambar Masjid tersebut ke hadapan beliau agar bisa melanjutkan penjelasannya tanpa keraguan, mungkin jika tidak berlebihan bisa kita katakan di hadapan beliau terpampang sebuah layar berukuran besar yang menampilkan citra Masjid Baitul Maqdis berikut halamannya dalam bentuk 5 dimensi, sehingga Rasul Saw bisa memutar-mutarnya untuk mengetahui berapa jumlah tiang masjid Baitul Maqdis, bagaimana bentuk halaman depannya, seperti apa ukiran-ukiran yang ada di dinding masjid tersebut.

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra’: 1)


Semakin canggih teknologi di zaman modern ini, maka akan semakin mudah kebenaran Al-Qur’an dibuktikan, hal-hal yang tidak masuk akal dan menjadi bahan tertawaan kaum

Al Quran Sudah Mengungkap Teknologi Komunikasi antar Penduduk di Surga

Dalam meng-analisa peristiwa-peristiwa yang dikisahkan di dalam Al Qur’an, terkadang kita dipengaruhi oleh dinamika perkembangan teknologi. Analisis dari seorang executive muda, yang memahami teknologi 3G, mungkin akan sangat berbeda dengan analisa eyang-nya, yang hanya mengerti kentongan, sebagai alat komunikasi.

Hal tersebut, dapat dilihat ketika kita meng-analisa, peristiwa yang diceritakan di dalam QS. Al A’raaf (7) ayat 44 :

“Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, ‘Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, ‘Laknat Allah bagi orang-orang yang dzalim.’.”

Dalam ayat tersebut dikisahkan adanya percakapan antara penduduk surga dan neraka dengan diawasi malaikat.

Dahulu… para muffasir (penafsir Al Qur’an) menafsirkan penduduk surga datang ke tepi neraka dan saling sahut-sahutan berbicara dengan penghuni neraka. Memang pada masa itu, begitulah cara berkomunikasi. Kita mesti datang langsung menemui yang bersangkutan.

Quote:
Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, untuk berkomunikasi, seseorang tidak harus bertemu muka dengan lawan bicaranya. Dengan bantuan telephone, seseorang yang berada di OSLO, bisa dengan mudah berbicara dengan temannya, yang ada di SOLO. Bahkan biarpun berjarak mencapai ribuan kilometer, dengan bantuan teknologi 3G, raut muka teman kita, bisa terlihat dengan jelas.

Bagaimana kita membayangkan, peristiwa percakapan penduduk surga dan neraka ?

Jika teknologi komunikasi buatan manusia saja, sudah sedemikian canggihnya, apalagi kalau yang kita membayangkan teknologi surga, tentu kecanggihan-nya jauh di atasnya.

Boleh jadi…. percakapan yang terjadi antara penduduk surga dan neraka itu, merupakan suatu tele-conference dengan menggunakan teknologi hologram, yang maha canggih. Penduduk surga tetap berada di surga, begitu juga dengan penduduk neraka, mereka tetap di neraka.

Mereka berbicara, seolah-olah seperti saling berhadap-hadapan dan tanpa dibatasi layar kaca, dimana penduduk surga, tiada merasakan kepanasan, sebagaimana yang dirasakan penduduk neraka. Mereka bisa saling menyapa dari dua dimensi ruang yang berbeda.

Quote:

Teknologi Hologram, saat Pemilihan Presiden USA
Dari kisah percakapan ini, telah memberikan informasi kepada kita, bahwa kelak di hari akhir, manusia akan berkomunikasi dalam satu bahasa, dan tentunya berbeda dengan di dunia, yang terdapat ribuan bahasa, dalam berkomunikasi.

Dan kalau kita pikir-pikir, teknologi komunikasi sekarang yang begitu canggihnya, ternyata dalam Al Qur’an sudah dipaparkan sejak ribuan tahun lampau. Subhanallah….

Mungkin saja nantinya kemajuan teknologi komunikasi akan menemukan hal-hal baru lagi yang dikembangkan dari inspirasi Al Qur’an ini. Bisa jadi pula penemunya salah satu pembaca tulisan ini….

Bumi Diprediksi Akan Membeku Pada Tahun 2030


Pernahkah kamu berpikir bahwa matahari tidak akan menyinari bumi lagi? Mungkin terdengar menyeramkan dan tak bisa digambarkan. Namun sebagai manusia kita patut waspada karena penelitian terbaru menyebutkan bahwa bumi akan membeku pada tahun 2030 atau 15 tahun lagi.

Dilansir dari dailymail, Selasa (14/7), sebuah studi dari Pertemuan Astronomi Nasional yang disajikan oleh Profesor Valentina Zharkova memprediksi bahwa bumi akan mengalami "mini ice age" pada tahun 2030. Menurutnya aktivitas matahari akan menurun sekitar 60 persen antara tahun 2030 hingga 2040.

Fenomena ini bisa disebut juga dengan Mauder Minimum di mana pernah terjadi juga pada tahun 1.645 hingga 1.715 yang menyebabkan Sungai Thames di London, Inggris membeku dan menjadikannya seperti lautan es.

"Kami menemukan komponen gelombang magnetik muncul berpasangan yang berasal dari lapisan yang berbeda di interior matahari. Mereka berdua memiliki frekuensi sekitar 11 tahun meskipun frekuensi sedikit berbeda," ujar Profesor Zharkova.

Dengan melihat siklus tersebut dan menggabungkan kedua gelombang akan diperoleh data siklus 26. Di mana pada tahun itu yakni sekitar 2030-2040, aktivitas matahari akan mulai berkurang dan menyebabkan bumi membeku karena tidak ada sinar matahari yang mencukupi.

Alasan Kelelawar tidur Terbalik


Kalau bicara kelelawar, apa yang terlintas di benak kamu? Batman? Makhluk malam? Hewan mistis?

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa mamalia terbang itu harus selalu berdiri terbalik? Menapaknya di bagian atas goa, rumah, atau ranting pohon. Bahkan tidurnya pun terbalik.

Dilansir brilio.net dari laman Science ABC, Senin (13/7), ada beberapa alasan, yaitu:

1. Keselamatan
Berdiri atau tidur berbalik adalah cara yang bagus untuk bersembunyi dari predator, seperti burung dan bahaya lainnya pada siang hari. Sama seperti saat mereka merasakan bahaya, mereka hanya melepaskan cabang ranting kemudian segera pergi. Kelelawar mampu menyembunyikan diri di tempat-tempat yang kebanyakan makhluk tidak mampu melihat melihat tempat itu.

2. Posisi ideal untuk lepas landas
Tidak seperti burung, kelelawar merasa jauh lebih mudah untuk melepaskan pijakan atau ranting yang menjadi pegangan mereka kala bersiap terbang, dengan posisi terbalik.

3. Cara untuk rileks
Tidak seperti makhluk lain, kelelawar selalu terbalik karena inilah posisinya untuk bersantai. Para peneliti telah menemukan bahwa kelelawar merasa lebih mudah terbalik karena konsumsi energinya lebih rendah jika dibandingkan berdiri tegak.