Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai
akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada at
yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan
berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati.
Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu
hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan
kebenarannya). Kata Arab “limustaqarrin” (لِمُسْتَقَرٍّ) dalam ayat ini
merujuk pada tempat tertentu atau waktu dan kata “tajrii” (تَجْرِي)
diterjemahkan sebagai “berjalan,” juga bermakna seperti “untuk bergerak,
untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir.”
Tampaknya dari arti kata bahwa Matahari akan terus dalam perjalanannya
dalam ruang dan waktunya, tetapi pergerakan ini akan berlanjut sampai
waktu tertentu yang telah ditetapkan. إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ٨١:١
“Ketika matahari digulung [dalam kegelapan],” QS At-Takwir [81:1]
kejadian tersebut akan muncul dalam deskripsi Hari Kiamat, memberitahu
kita bahwa seperti waktu itu akan datang. Waktu tersebut hanya diketahui
oleh Allah.
Kata Arab “taqdîru” (تَقْدِيرُ) diterjemahkan sebagai “keputusan” dalam
ayat tersebut, termasuk makna seperti “untuk menunjuk, untuk menentukan
nasib sesuatu, untuk mengukur.” Dengan ungkapan dalam ayat 38 dari Surah
Yaseen, kita diberitahu bahwa masa hidup Matahari terbatas pada jangka
waktu tertentu, yang ditahbiskan oleh Allah. اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ
السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى
الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ
مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاءِ
رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ ١٣:٢ Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang
(sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy,
dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu
yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan
tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan
Tuhanmu. QS Ar-Ra’d [13:2] يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ
النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي
لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ ٣٥:١٣
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam
dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu
yang ditentukan.
Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah
kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada
mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. QS Faatir [35:13]
Penggunaan kata “musamman” (مُّسَمًّى) dalam ayat di atas menunjukkan
bahwa masa hidup Matahari akan berjalan untuk “jangka waktu tertentu.”
Analisis ilmiah tentang akhir Matahari menjelaskan sebagai mengkonsumsi 4
juta ton materi kedua, dan mengatakan bahwa Matahari akan mati ketika
bahan bakar yang dimiliki semua telah dikonsumsi oleh matahari. Panas
dan cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan
seketika. Inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir.
Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir
setelah bahan bakar ini telah digunakan. (Allah maha mengetahui
kebenaran.) Laporan berjudul “The Death of the Sun” oleh Departemen Ilmu
BBC News mengatakan: “Matahari secara bertahap akan mati.
Sebagai inti bintang ke dalam kehancuran, akhirnya akan menjadi cukup
panas untuk memicu atom lain menyusunnya menjadi helium. Matahari
menghasilkan panas dan menopang kehidupan di planet kita. Tapi seperti
manusia, Matahari juga memiliki umur yang terbatas.
Seiring dengan penuaan bintang tersebut, Matahari akan menjadi lebih
panas dan menguapkan semua lautan kita dan membunuh semua kehidupan di
planet Bumi, Matahari terus menjadi lebih panas karena usia dan membakar
bahan bakar lebih cepat. Suhu akan meningkat, akhirnya memusnahkan
kehidupan hewan, penguapan laut dan membunuh semua kehidupan tanaman.
Matahari akan membengkak dan menjadi bintang raksasa merah, menelan
planet-planet terdekat. Daya tarik gravitasinya akan mengurangi dan
mungkin memungkinkan Bumi melarikan diri. Pada akhirnya, ia akan
menyusut menjadi bintang kecil putih, memancarkan cahaya selama seminggu
untuk ratusan miliar tahun.” Para ilmuwan baru-baru ini menguraikan
struktur Matahari dan menemukan apa yang terjadi di dalamnya. Sebelum
itu, tak ada yang tahu bagaimana memperoleh energi matahari atau
bagaimana Matahari menghasilkan panas dan cahaya. [KS] وَسِعَ رَبِّي
كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلاَ تَتَذَكَّرُونَ….. …Pengetahuan Tuhanku
meliputi segala sesuatu.
Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” QS
Al-An’aam [6:80] Gejala-Gejala Menjelang Kematian Matahari Matahari
merupakan sebuah bintang, sama dengan bintang lainnya, matahari juga
memiliki masa hidup. Jika bahan bakar matahari habis, maka matahari kita
pun akan berhenti melakukan reaksi nuklirnya.
Menurut peneliti, matahari kita akan mati sekitar 5 milyar tahun lagi.
Sekarang mari kita kondisikan jika pada saat matahari akan mati masih
ada kehidupan manusia di bumi. Untuk dapat menghasilkan cahayanya
sendiri dan bersinar, matahari memiliki bahan bakar helium yang difusi
menjadi helium di inti matahari. Matahari menghasilkan energinya dari
reaktor nuklir alaminya di pusatnya di mana suhu di pusat matahari
berkisar sekitar 14.000.000 °C dan bertekanan 1.000.000.000 atmosfir
(tekanan di permukaan bumi sekitar 1 atmosfir). Dengan keadaan panas
yang jauh di atas panas membara seperti itu, reaksi nuklir fusi dapat
terjadi di matahari.
Reaksi nuklir yang terjadi di matahari adalah reaksi peleburan inti
hidrogen menjadi inti helium. Nah, setiap detik 657.000.000 ton hidrogen
diubah menjadi 652.500.000 ton helium. Perbedaan massa sebesar
4.500.000 juta ton yang hilang inilah yang diubah menjadi energi. Jika
hidrogen mulai menipis, inti matahari akan melakukan penekanan sehingga
reaksi fusi yang dilakukan semakin intens. Hal ini berujung pada
kematian bintang. Proses kematian matahari mengakibatkan bencana global
dalam beberapa tahapan, yaitu:
Tahapan pertama Pada tahap pertama, suhu bumi menjadi 50-60
derajat celcius. Pada suhu yang seperti itu, pesawat akan susah lepas
landas dan harus memiliki tenaga yang lebih kuat. Semua orang di dunia
akan kepanasan, tanaman akan mati, dan es di kutub akan mencair sehingga
permukaan laut dunia akan naik 60 meter. Kota-kota yang berada di
pinggir pantai akan tenggelam.
Tahapan Kedua Pada tahapan kedua ini, suhu meningkat hingga 100
derajat celcius di permukaan bumi. Manusia yang selamat akan pindah ke
bawah tanah, dan manusia yang hidup di permukaan akan mati. Kalaupun
kita ingin ke permukaan maka kita harus menggunakan baju astonot.
Kota-kota akan terbengkalai, sumber-sumber air akan mendidih, organisme
terakhir yang masih hidup adalah Cyanobacteria yang tahan terhadap
panas. Magnetosfer atau medan magnet bumi ditembus oleh
partikel-partikel radiasi matahari.
Tahapan Ketiga Pada tahapan ini, suhu di bumi meningkat menjadi
300 derajat celcius. Baju-baju astronot sudah tidak bisa melindungi.
Orang-orang yang tinggal di bawah tanah pun akan mati. Semua
barang-barang akan meleleh. Beton-beton penyusun gedung akan retak
karena airnya menguap. Tapi bangunan-bangunan zaman dulu seperti
piramida dan stonehenge masih akan bertahan karena tidak menggunakan
beton. Laut sudah tidak ada airnya. Kalaupun ada, airnya pasti panas dan
mendidih. Konsentrasi O2 (oksigen) rendah hingga di bawah 10% (karena
panas dan kalah dengan konsentrasi uap air). Akibatnya, walaupun panas,
tidak bisa terbakar karena kekurangan oksigen.
Tahapan Keempat Pada tahapan ini, matahari semakin membesar.
Kontraksi gravitasi yang terjadi di matahari menyebabkan intinya semakin
memanas, dan helium yang terbentuk sebelumnya dari hidrogen melalui
reaksi nuklir, nantinya akan membentuk inti karbon yang lebih berat lagi
juga lewat reaksi nuklir.
Akibat kontraksi gravitasi yang terjadi, inti matahari semakin panas dan
konsekuensinya permukaan matahari kita akan membesar hingga lebih dari
100 kali dari matahari kita sekarang. Planet Merkurius dan Venus sudah
ditelan oleh matahari. Suhu bumi mencapai 1300 derajat. Piramida dan
Stonehenge pun akhirnya meleleh. Tidak ada lagi kehidupan di bumi,
termasuk bakteri Cyanobacteria.
Tetesan air yang terakhir sudah menguap ke angkasa. Di angkasa, H2O
terkena radiasi matahari dan terpisah menjadi H dan O. Hidrogen pergi ke
angkasa, namun oksigennya kembali ke bumi. Karena 02 tersebut ada lagi
maka bumi pun terbakar. Bumi berubah menjadi planet merah yang terdiri
dari batu meleleh tanpa menyisakan bekas-bekas peradaban.
Zona layak huni bergeser ke daerah orbit Jupiter, Saturnus, Uranus yang
dulunya dingin. Dan pada akhirnya bumi ditelan matahari. Tapi semua ini
hanya hipotesa yang baru akan terjadi 5 milyar tahun lagi. Entah apakah
masih ada kehidupan di bumi pada saat itu