
Uang. Ya, benda satu ini tentu dikenal semua orang. Uang didefinisikan sebagai alat tukar. Dengan adanya uang sebagai alat tukar, kebiasaan barter di masyarakat tradisional pun ditinggalkan.
Benda satu ini sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Nah, tapi apakah kamu pernah memerhatikan secara seksama tentang nomor resi yang berada di sebelah pojok kanan atas dari uang khususnya uang Rp 100.000?
Yup, di pojok kanan atas dan di pojok kiri bawah uang kertas biasanya terdapat sebuah nomor resi yang terdiri dari angka dan huruf. Lalu, tahukah kamu apa makna dari nomor seri tersebut?
Quote:
|
Uang di Indonesia sendiri dicetak oleh Bank Indonesia. Semua uang
yang beredar di masyarakat tentunya tidak akan pernah ditemukan nomor
seri yang sama. Sistem pemberian nomor seri yang digunakan saat ini oleh
Bank Indonesia yaitu menggunakan tiga huruf atau sering disebut prefiks
dan enam angka. Huruf berada di depan kemudian diikuti oleh angka. Dalam membuat prefiks menggunakan tiga huruf, misalnya AAA. Untuk nomor seri berikut adalah AAB, AAC, AAD sampai AAZ. Setelah itu menjadi BAA dan seterusnya sama seperti aturan AAB ke AAC. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menentukan nomor seri itu terletak pada huruf ketiga. Untuk angka sendiri menggunakan enam digit, misalnya 000001 hingga 999999. Kenapa enam digit? sebab itu untuk memudahkan perhitungan nominal uang yang telah dicetak. Contohnya dari CAA menjadi CAZ ada 24, kemudian AAA ke prefiks ABA itu ada 24 kombinasi dan untuk satu AAA diikuti angka 000001 sampai 999999, sehingga hasilnya dapat dihitung seperti ini, 24 x 24 x 1 juta lembar = 576 juta uang kertas. Setiap tahunnya dilakukan percetakan prefiks, sehingga tidak ada kombinasi prefiks yang sama. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar